Sosial Media
0
News
    Loading..
    Home Pendidikan

    Bahaya Judi Online Merambah ke Pelaminan, Kemenag Tuban Masukkan Materi Pra Nikah.

    "Kemenag Tuban integrasikan materi edukasi bahaya judi online ke dalam program pra nikah untuk mencegah dampak buruk pada keluarga"

    3 min read

    Bahaya Judi Online Merambah ke Pelaminan. Kemenag Tuban Masukkan Materi Pra Nikah

    Tuban, Sambong.web.id - Meningkatnya kasus perceraian akibat judi online menjadi keprihatinan serius di Indonesia. Fenomena ini mendorong Kementerian Agama (Kemenag) untuk mengambil langkah proaktif dalam mencegah dampak buruk judi online terhadap keluarga. Salah satu upaya yang dilakukan adalah mengintegrasikan materi edukasi bahaya judi online ke dalam program pra nikah.

    Di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, edukasi ini telah diterapkan di seluruh Kantor Urusan Agama (KUA) sejak 1 Juli 2023. Langkah ini menjadi bagian integral dari program "Membangun Keluarga Sakinah" yang digagas oleh Kemenag untuk mempersiapkan calon pengantin menghadapi tantangan kehidupan berumah tangga di era digital.

    "Kami ingin calon pengantin memahami bahwa judi online bisa merusak rumah tangga, bahkan hingga menyebabkan perceraian," tegas Kasi Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag Tuban, Mashari. "Melalui program ini, kami ingin menanamkan kesadaran sejak awal bahwa judi online adalah ancaman serius bagi keharmonisan keluarga," imbuhnya.

    Dampak Judi Online pada Rumah Tangga:

    • Masalah Keuangan: Judi online melibatkan taruhan uang dengan risiko kehilangan yang besar. Kehilangan uang akibat judi online bisa memicu pertengkaran dan konflik dalam keluarga, bahkan menyebabkan utang yang membebani ekonomi rumah tangga.
    • Kerusakan Hubungan: Waktu dan perhatian yang tercurah pada judi online mengabaikan peran dan tanggung jawab di dalam keluarga. Hal ini dapat mengakibatkan rasa kesepian, ketidakpercayaan, dan hilangnya keharmonisan dalam hubungan suami istri.
    • Perceraian: Dalam kasus yang lebih serius, kecanduan judi online dapat menyebabkan perceraian. Konflik yang tak kunjung usai, kekerasan rumah tangga, dan hilangnya rasa saling percaya dapat mendorong pasangan untuk memutuskan perpisahan.

    Edukasi Pra Nikah: Bekal Menuju Rumah Tangga Harmonis

    Materi bahaya judi online menjadi bagian wajib dalam program pra nikah yang diselenggarakan di KUA Tuban. Program ini meliputi delapan materi utama, antara lain:

    1. Manajemen Keuangan
    2. Psikologi Keluarga
    3. Konsep Keluarga Menurut Agama
    4. Kesehatan Keluarga dan Reproduksi
    5. Persiapan Menjadi Orang Tua
    6. Konsep Rumah Tangga yang Bahagia
    7. Mengelola Konflik
    8. Bahaya Judi Online

    Pentingnya Peran Semua Pihak:

    Edukasi bahaya judi online di program pra nikah menjadi langkah awal yang penting untuk mencegah dampak buruk judi online terhadap keluarga. Namun, upaya ini membutuhkan kolaborasi dan komitmen dari berbagai pihak, antara lain:

    • Pemerintah
    • Lembaga Pendidikan
    • Keluarga dan Masyarakat
    • Media Massa

    Tanggapan Positif dari Calon Pengantin:

    Rata-rata calon pengantin yang mengikuti program pra nikah di Tuban menyambut positif materi edukasi bahaya judi online. Mereka merasa bahwa materi tersebut memberikan informasi yang penting dan bermanfaat untuk membangun rumah tangga yang harmonis.

    "Saya baru tahu kalau judi online bisa menyebabkan masalah serius di keluarga. Sekarang saya lebih memahami bahayanya dan akan menghindari hal tersebut," ujar salah satu calon pengantin, Rani (22).

    "Semoga program ini bisa membantu calon pengantin lainnya untuk terhindar dari dampak buruk judi online," tambah Ari (25), calon pengantin lainnya.

    Peran Kepala KUA:

    Kepala KUA di Tuban berperan penting dalam menyampaikan materi edukasi bahaya judi online. Mereka dituntut untuk memiliki pemahaman yang mendalam tentang topik ini dan mampu menjelaskan secara efektif kepada calon pengantin.

    "Saya sangat mendukung program ini. Materi bahaya judi online sangat penting untuk disampaikan kepada calon pengantin mengingat semakin maraknya kasus judi online di era digital," kata Kepala KUA Kecamatan Tuban, H. Ahmad.

    Harapan Menuju Masa Depan yang Cerah:

    Dengan mengintegrasikan materi bahaya judi online ke dalam program pra nikah, diharapkan angka perceraian akibat judi online dapat ditekan. Kemenag Tuban berharap program ini dapat menjadi langkah awal untuk membangun keluarga yang kokoh, harmonis, dan bahagia di era digital yang penuh tantangan.

    "Kami ingin menjadikan program ini sebagai benteng pertahanan untuk melindungi keluarga dari dampak buruk judi online. Melalui edukasi dan kesadaran, kami yakin masa depan keluarga Indonesia akan lebih cerah," ujar Mashari.

    Komentar
    Additional JS