Strategi Pemkab Tuban Tekan Angka Putus Sekolah Lewat SPMB 2026, Ada Jalur Pelosok dan KKO
TUBAN,sambong.web.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban terus bergerak progresif dalam memangkas Angka Putus Sekolah (APS) di wilayahnya, Melalui Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2026.
Dinas Pendidikan Tuban meluncurkan sejumlah kebijakan strategis guna menjamin pemerataan akses pendidikan, mulai dari proteksi wilayah pelosok hingga akomodasi bakat olahraga.
Dilansir dari situs resmi pemerintah daerah kabupaten TUBAN, (tubankab.go.id). Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tuban, Irma Putri Kartika, menegaskan bahwa fokus SPMB tahun ini tidak hanya sekadar rutinitas administrasi, melainkan instrumen penting untuk memastikan seluruh anak di Tuban mendapatkan hak belajarnya.
4 Jalur Utama SPMB Tuban 2026 dan Mekanisme Pengecualian
Untuk mengakomodasi kebutuhan calon peserta didik, Pemkab Tuban menetapkan empat jalur pendaftaran resmi pada SPMB 2026, antara lain:
- Jalur Domisili
- Jalur Afirmasi
- Jalur Prestasi (khusus jenjang SMP, termasuk prestasi akademik, nonakademik, dan hafalan Al-Qur'an)
- Jalur Mutasi (perpindahan tugas orang tua)
Namun, demi menghadirkan keadilan akses bagi wilayah terpencil dan siswa berbakat khusus, Dinas Pendidikan menerapkan mekanisme pengecualian lewat dua program unggulan: Wilayah Penerimaan Khusus (WPK) dan Kelas Khusus Olahraga (KKO).
Proteksi Wilayah Pelosok Melalui Jalur WPK
Mekanisme WPK hadir sebagai solusi konkret atas usulan sekolah-sekolah di daerah terpencil. Melalui skema ini, calon murid yang tinggal di wilayah pinggiran mendapatkan kuota khusus untuk menjamin mereka diterima di SMP Negeri terdekat.
"Kami berkolaborasi dengan pihak sekolah maupun camat untuk memastikan angka APS bisa ditekan dan ada penanggulangan sejak awal bagi anak-anak yang rentan putus sekolah," ujar Irma Putri Kartika.
Intip Fasilitas Kelas Khusus Olahraga (KKO) di SMPN 2 Tuban dan SMPN 2 Soko
Selain pemerataan, SPMB Tuban 2026 juga fokus pada pengembangan potensi nonakademik. Program KKO dibuka dengan kuota terbatas, yakni 32 murid (1 rombongan belajar) per sekolah.
Proses seleksi KKO akan dilakukan secara ketat melalui uji potensi, bekerja sama dengan Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata Kabupaten Tuban. Berikut adalah pembagian fokus cabang olahraga di dua sekolah yang ditunjuk:
| Satuan Pendidikan | Cabang Olahraga (Cabor) Unggulan |
|---|---|
| SMPN 2 Tuban | Angkat berat, angkat besi, selam, kempo, atletik, bulutangkis, wushu, panahan, dan karate. |
| SMPN 2 Soko | Judo, triathlon, gulat, dan pencak silat. |
